20
Juni 2011
Petani
Mulai Kekurangan Air
PEMALANG
- Petani di Pemalang kini sudah mulai merasakan kekurangan air
untuk menyirami tanaman padi maupun bawang akibat musim kemarau.
Terpaksa mereka menggali sumur sebagai pengganti pengairan irigasi.
Dituturkan
Slamet (50) petani warga Dukuh Kalibaros, Desa Taman, Pemalang
menggarap sawahnya sudah tidak lagi menggunakan pengairan irigasi
karena tidak mengalir ke lahan sawahnya.
”Saya terpaksa membuat sumur pantek atau sumur pompa. Airnya
saya gunakan ketika air irigasi tidak mengalir,” katanya,
kemarin.
Menurutnya,
saat ini petani sangat membutuhkan sekali pengairan. Sebab, baru
awal tanam padi sangat memerlukan air untuk pertumbuhan. Kalau
pengairan kurang nanti akan mati atau tidak maksimal hasilnya.
Saluran irigasi di areal sawahnya yang berada di Dukuh Kalibaros,
saat ini sudah digilir lima hari sekali. Air yang diperolehnya
untuk sawah seluas 1 hektare sangat kurang. Maka dia tambahi dengan
air sumur pantek yang disedot dengan pompa diesel.
Untuk
setengah hektare harus menyedot air sumur selama 4 hari 4 malam.
Dibutuhkan bahan bakar sebanyak puluhan liter. Dia juga mengeluhkan
banyaknya serangan hama wereng pada dua musim tanam sebelumnya,
sehingga hanya bisa panen beras sebanyak 24 kilogram.
Kepala
DPU Ir HM Arifin MSi melalui Kabid SDAME Sarinto ST MSi mengatakan,
kendati ada sawah yang sulit air aliran irigasi ke sawah masih
lancar. Kondisi bendungan debitnya juga masih mencukupi.(sf-45)