06
Desember 2011
KERJASAMA
PUSAT-DAERAH SOLUSI PENGELOLAAN SDA
Indonesia
mempunyai 17. 480 pulau dan mempunyai potensi air yang melimpah
sekitar 3.000 miliar m3/tahun yang tersebar di seluruh daerah
sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki ketersediaan
air terbesar ke-5 di dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur
Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan
Umum (PU) Mochammad Amron, dalam acara Warta Pagi di TVRI, Jakarta,
hari ini (6/11).
Dijelaskan
Amron, Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA mendasari pengelolaan
pada sifat alami sumber daya air yang tidak mengenal batas wilayah
administrasi serta adanya hubungan sebab akibat antara bagian
yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, pengelolaan SDA haruslah
dilakukan secara menyeluruh pada satu kesatuan sistem hidrologi
dengan memadukan seluruh pihak yang terkait sesuai dengan UU No.
7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yaitu konservasi, pendayagunaan
SDA, dan pengendalian daya rusak air.
Namun,
ada beberapa permasalahan SDA seperti menurunnya daya dukung beberapa
daerah tangkapan air yang mengakibatkan turunnya keandalan debit
sungai sebagai sumber air yang sebagian besar lahan irigasi (90%),
berkurangnya kuantitas dan kualitas SDA yang menyebabkan terbatasnya
air, penyusutan daerah resapan air akibat pengembangan pemukiman,
industri dan adanya buangan limbah industri dan rumah tangga ke
badan sungai.
“Dan
untuk menyelesaikan semua permasalahan sumber daya air diperlukan
kerjasama antar daerah karena ada beberapa infrastruktur SDA yang
merupakan kewenangan pemerintah daerah dan kabupaten/kota. Disamping
itu agar tidak terjadi conflict of interest dalam penggunaan air
maka disusunlah pola pengelolaan SDA, pembentukan Dewan SDA dan
Tim Koordinasi Pengelolaan SDA (TKPSDA),” jelas Amron.
Pengelolaan
infrastruktur SDA di daerah, misalnya untuk pengelolaan jaringan
irigasi operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi melalui tugas
pembantuan kepada provinsi dan BBWS/BWS sedangkan rehabilitasi
jaringan irigasi melalui BBWS/BWS. Untuk pengelolaan jaringan
rawa juga melakukan hal yang sama.
Amron
berharap peran masyarakat dapat mendukung pembangunan dan menjaga
infrastruktur SDA sehingga dapat langsung merasakan manfaat dari
infrastruktur tersebut dalam jangka waktu yang lama mengingat
infrastruktur yang sudah ada dan sedang dalam pembangunan membutuhkan
biaya yang sangat banyak.
Capaian
Ditjen SDA Tahun 2011
Dirjen
SDA juga memaparkan bahwa dalam pengelolaan jaringan irigasi sesuai
dengan target Renstra 2010-2014 untuk rehabilitasi jaringan irigasi,
realisasi tahun 2011 mencapai sekitar 186.999 ha, sedangkan untuk
operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tahun 2011 seluas +2.143.569
ha.
Pembangunan/peningkatan
jaringan irigasi sebesar 65.869,88 hektar, rehabilitasi jaringan
irigasi sebesar 186.999,84 hektar, peningkatan jaringan rawa sebesar
102.333,53 hektar, rehabilitasi jaringan rawa sebesar 108.153,30
hektar, pembangunan/peningkatan jaringan irigasi air tanah sebesar
2.690,99 hektar dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah sebesar
6.506,16 hektar
Untuk
rehabilitasi pengelolaan jaringan rawa tahun 2011 seluas + 108.153
ha, sedangkan operasi dan pemeliharaan jaringan rawa tahun 2011
seluas + 1.100.000 ha.
Khusus
untuk ketahanan pangan, Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU
akan terus ditingkatkan dalam pencapaian peningkatan produksi
beras 10 juta ton di akhir 2014. Hingga tahun 2011, Ditjen SDA
telah berhasil membangun sebanyak 257 bendungan, 2.700 bendung
irigasi, dan lebih dari 1.000 embung dan situ. (datin SDA/ifn)
Pusat
Komunikasi Publik
061211