KUTIPAN MEDIA .....
 
www.pu.go.id

01 Desember 2011
DITJEN SDA SIAP ANTISIPASI BANJIR

Memasuki bulan November hingga Februari berganti musim dari kemarau ke musim hujan, warga Jakarta diharapkan waspada terhadap potensi banjir yang mungkin akan mulai melanda ibukota. Hal tersebut di ungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mochammad Amron dalam acara dialog Perspektif di Jak TV, baru-baru ini.

”Banjir diakibatkan oleh volume air sungai yang meluap sehingga air keluar dari batasan alaminya. Pendangkalan sungai dan bantaran sungai yang beralih fungsi menjadi rumah penduduk juga menjadi penyebab terjadinya banjir,” jelas Amron.

Sistem drainase yang kurang baik dan masyarakat yang membuang sampah di sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Dengan kurangnya daerah resapan air yang beralih fungsi menjadi perumahan dan gedung perkantoran, tentu saja menyebabkan genangan air tidak bisa meresap ke dalam tanah melainkan menggenang di pinggir jalan dengan sistem drainase yang kurang baik.

Curah hujan di bulan Desember 2011 seluruh wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan curah hukan hingga mencapai lebih dari 30 mm/bulan dari kondisi rata-rata bulanan.

Amron mengatakan berdasarkan prediksi hujan tersebut dan analisis kondisi geomorfologis, potensi banjir yang ada di wilayah Indonesia diperkirakan akan terjadi di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Upaya pengendalian banjir dilakukan melalui pembangunan prasaranan fisik seperti bendungan, tanggul, peningkatan kapasitas alur atau pengalihan debit banjir. “Upaya fisik hanya mengurangi frekuensi kejadian banjir sesuai debit banjir rencana. Upaya ini memiliki keterbatasan, yaitu selalu ada kemungkinan debit rencana tersebut dapat terlampaui,” ujar Amron

Salah satu upaya non fisik yang dilakukan ialah menghindari pembangunan di daerah beresiko banjir dengan tidak mengizinkan mendirikan bangunan kecuali resiko banjir dapat dikelola pada tingkat yang memadai dengan tidak menimbulkan resiko banjir di lokasi yang lain dan jika memungkinkan menurunkan resiko banjir secara keseluruhan.

Peran serta masyarakat tentu saja sangat diperlukan dalam mengurangi banjir, misalnya dengan membuat sumur resapan untuk memperbesar infiltrasi, tidak membuang sampah ke sungai atau saluran drainase, dan tidak membangun rumah di bantaran sungai serta turut menjaga kelestarian sumber air.(DatinSDA/ifn)

Pusat Komunikasi Publik

011211


 







 
Sampaikan saran dan masukan Anda ke : 
psda@jatengprov.go.id, dispsda@yahoo.com