23
April 2010
Ratusan
Rumah Terendam Banjir
* Luapan Sungai Siwatu
TEGAL - Ratusan rumah di Kelurahan Kraton seperti
Jalan Rambutan, Murbei, dan Siwalan terendam banjir. Selain perumahan
warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah
dan akses jalan masuk perumahan ini.
Di kelurahan Kraton dan Tegalsari khususnya kawasan
Jalan Rambutan, Murbei, Siwalan dan Tanjan, banjir menggenangi
hampir 100 rumah di enam RT, yakni RT 4,5,6,7 RW 7 dan juga RW
8.
Ketinggian air di perumahan warga rata-rata mencapai lutut kaki
orang dewasa sekitar 20-30 cm, sedangkan di akses jalannya sendiri
mencapai 80 cm.
Kondisi ini praktis membuat aktivitas seluruh
warga lumpuh karena jalan sulit dilalui kendaraan.
Bahkan, beberapa pengendara motor yang nekat menerjang banjir,
terpaksa mendorong sepeda motor karena mesin tiba-tiba mati.
''Tiba-tiba mesin motor mati, mungkin businya
kemasukan air. Terpaksa saya menuntun sepeda motor,'' kata seorang
warga.
Selain motor, para siswa SMP yang berangkat naik
sepeda onthel juga harus mendorong hingga ke sekolahn. Hingga
siang ini, banjir yang merendam kawasan ini belum juga surut.
Menurut informasi, banjir akibat hujan deras yang
terjadi pada Rabu (21/4) malam. Banjir itu tidak hanya merendam
ratusan rumah di Kelurahan Kraton, tetapi juga Tegalsari.
Sunardi, salah seorang warga Jalan Murbei mengatakan, banjir ini
merupakan banjir terbesar dan terparah yang melanda kompleks tersebut.
"Kondisi ini disebabkan sungai Siwatu yang
tidak mampu menampung air hujan. Selain itu, air tidak bisa mengalir
dengan lancar karena sungai banyak sampah, akibatnya banjir,"
ujarnya.
Menurut dia, air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 03.00 dan
hingga siang hari belum surut. Rata-rata ketinggian air mencapai
5-30 cm.
Terbesar
Kawasan Rambutan, Siwalan dan Murbei merupakan
kawasan yang terparah dibandingkan kawasan Tegalsari. Sebab, di
wilayah itu hampir lebih dari 50 rumah terendam. "Kalau hujan
deras memang banjir sering melanda kompleks ini, tapi tidak separah
sekarang. Pasalnya, biasanya pagi air sudah surut. Tetapi kini
justru sebaliknya air bertambah besar," jelasnya.
Dia menambahkan, kawasan Rambutan, Siwalan dan
Murbei merupakan kawasan yang terparah dibandingkan Tegalsari.
Sebab, di wilayah itu, hampir lebih dari 50 rumah terendam oleh
banjir.
Selain rumah, banjir juga menggenangi SMPN 13 dan SMPN 6. Meskipun
tergenang, aktivitas belajar mengajar masih berjalan seperti biasa.
"Diharapkan, Pemkot bisa secepatnya mengambil
tindakan untuk memperbaiki Sungai Siwatu agar tidak mampet dan
mengalir dengan lancar, sehingga wilayah kami dapat terbebas dari
banjir,"ujarnya.
Camat Tegal Barat Drajat menuturkan, hujan deras yang mengguyur
kawasan ini menyebabkan banjir, karena luapan sungai Siwatu yang
tidak bisa menampung air hujan.
Untuk mengantisipasi banjir di kawasan ini Pemkot
Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan melakukan pengerukan
sungai di seluruh Kota Tegal, pada Mei 2010.
Selain itu, saya menghimbau warga Kota Tegal dan sekitarnya tidak
membuang sampah sembarangan, karena bisa menghambat arus air,"tandasnya.
(K31-55)