.: Artikel :.
 

 

PERUBAHAN IKLIM GLOBAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP BANJIR DI JAWA TENGAH

oleh :

Ir. SURYONO SURIPNO, SIP. MT.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah
     
 
 
 

Pengaruh Perubahan Iklim Global atau Global Climate Change (GCC) paling nyata adalah kenaikan muka laut antara 0.09 – 0.59 m serta intensitas hujan yang akan menyebabkan kejadian banjir baik berupa genangan maupun meluapnya beberapa sungai dengan kondisi kritis.

 
Perubahan Iklim Global

Akhir-akhir ini sering dilakukan pembahasan tentang perubahan iklim global di beberapa seminar dan loka karya oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu serta institusi yang mengindikasikan dampak dari perubahan iklim global secara umum berupa :

 
kenaikan permukaan laut
Kenaikan suhu laut
kenaikan suhu udara
kenaikan intensitas hujan
kenaikan evaporasi
peningkatan badai tropis
 
 

Dampak lebih lanjut berupa debit ekstrim penyebab banjir dan kekeringan yang berkepanjangan yang akan menurunkan produksi pangan.

Kondisi Sumber Daya Air

Dari kondisi kekritisan Sumber Daya Air di Indonesia nyata dirasakan :

Kenaikan DAS di Indonesia dari 22 menjadi 62
kemarau Panjang yang menurunkan produksi pangan
penurunan kualitas air secara tajam sebagai akibat peningkatan polusi
kenaikan tingkat sedimentasi
kenaikan eksplotasi air tanah
konversi sawah teknis lebih dari 35,000 ha/tahun.
   

Adapun kondisi sumber daya air di Jawa Tengah di Jawa Tengah pada 10 tahun terakhir di lihat dari 3 indikator yaitu :

 
debit maksimum pada musim hujan
debit minimum pada musim kemarau
laju erosi menunjukan 35 DAS kritis dari 128 DAS yang ada
 
 

Sebagai contoh debit maksimum tahunan dari S. Garang di Kota Semarang mengalami kecenderungan meningkat dari rerata 600,77m3/dt pada tahun 1990-1998 menjadi 614 m3/dt dari tahun 2003-2008.

 
Tanggul yang tergerus akibat banjir di S. Garang Desa Simongan Kec. Gajah Mungkur Kota Semarang
 

Demikian pula koefisien regime sungai yaitu ratio antara debit maksimum terhadap debit minimum untuk sungai-sungai kritis di Jawa Tengah berkisar antara 150 - 600, hal ini telah menunjukkan kekritisan yang tinggi bila dibandingkan dengan standar dari sungai dengan DAS baik sekitar 50 – 75, demikian pula bila dilihat rerata laju erosi di daerah tangkapan Waduk Sudirman (Wd. Mrica ) sebesar 8,4 mm/tahun dibanding angka normal 2 mm/tahun.

Fenomena Banjir

Secara umum banjir dapat di diartikan sebagai genangan air akibat kerusakan atau luapan sungai ataupun pengaruh permukaan laut yang merugikan masyarakat. Banjir dapat terjadi sebagai akibat daya tampung sungai terlampui pada debit tertentu atau rusaknya prasarana SDA berupa tanggul ataupun pintu pengendali banjir. Peningkatan debit terjadi sebagai akibat intensitas hujan tinggi melampui normal atau respon DAS yang sudah berubah tidak lagi sesuai asumsi saat desain. Secara umum sungai – sungai di Jawa di rancang berdasar kala ulang 20 tahunan atau kemungkinan terlampui 5 % dari hasil analisis debit tahunan maksimum.

 
Banjir pada bulan Januari 2009 di Desa Setrakalangan Kec. Kaliwungu Kab Kudus menggenangi areal persawahan dan permukiman penduduk
 

Banjir yang terjadi pada awal tahun 2009 telah menenggenangi 15 Kabupaten/Kota dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dengan berbagai sebab antara lain terkikisnya tanggul maupun luapan sungai karena tidak dapat menampung debit yang timbul akibat hujan dengan intensitas tinggi.

 
Tanggul yang terkikis akibat banjir Sungai Tuntang Desa Ngroto Kec. Gubug Kab. Grobogan
 
     
 
Tanggul yang terkikis akibat banjir Sungai Bodri di Desa Gemuk Kec. Pegandon Kab. Kendal
 
     
 
 
Strategi Adaptasi

Banjir yng terjadi di Indonesi umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya akan bertambah parah bila terjadi pengaruh Perubahan Iklim Global berupa kenaikan intensitas hujan atau fenomena La Nina terjadi. Oleh para pakar disebutkan bahwa tidak ada jurus yang ampuh kecuali Strategi Adaptasi terkait dengan peningkatan besaran banjir dan frekuensi banjir berupa :

 
mitigasi banjir
mendukung penghijauan di DAS kritis dan kawasan hulu waduk
pengelolaan resiko bencana
konservasi DAS
pembangunan, restorasi dan konservasi embung dan situ
pemulihan alur sungai
perlindungan pantai.
 
 
 
 
Chek Dam/Bangunan konservasi di hulu sungai
 

Oleh karena itu perlu mendapat perhatian oleh segenap para pemangku kepentingan baik Pemerintah, Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat.

Upaya Penanggulangan Banjir

Disamping upaya darurat yang telah dilakukan upaya penanggulangan banjir di Jawa Tengah 5 tahun kedepan telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang saat ini dalam proses akhir berupa konservasi sumber daya air, pembangunan embung dan waduk serta pemulihan sungai. Program jangka pendek dan menengah berupa kegiatan konservasi SDA dilaksanakan bersama Direktorat Jendral Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum dan para pemangku kepentingan lainnya dalam Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) sesuai SK Gubernur No. 610.05/11/2007 tanggal 11 Mei 2007 Tentang Pembentukan Tim Pelaksana Harian GNKPA Provinsi Jawa Tengah
Sedangkan program Jangka Menengah dan Panjang berupa pembangunan embung dan waduk kecil akan dilaksanakan sesuai Rencana Pengelolaan SDA di Wilayah Sungai yang berada di Jawa Tengah sesuai dengan tingkat kewenangannya dan dapat dilaksanakan melalui kerja sama.

 
 
Kepala Dinas PSDA sedang memberikan arahan.
 

Akhirnya kembali terpulang pada kemampuan Pemerintah serta Pemerintah Daerah untuk menyediakan anggaran cukup besar guna rehabilitasi, peningkatan infrastruktur Sumber Daya Air yang selama 10 tahun terakhir relatif stagnan yang berakibat terjadinya akumulasi masalah yang dapat membebani masyarakat.

Dengan kata lain pembangunan infrastrukur Sumber Daya Air sudah harus menjadi sasaran prioritas utama pembangunan saat ini maupun dimasa mendatang. Sementara itu disisi lain para ahli bidang infrastruktur Sumber Daya Air hendaknya sudah mempersiapkan diri untuk dapat berkiprah dalam mengemban tugas sesuai motto “Bali Ndeso Bangun Deso” yang menantang ini.

 


 
Sampaikan saran dan masukan Anda ke :
dispsda@jawatengah.go.id 
atau dispsda@yahoo.com