![]() |
|
| ::
Kutipan Media :: |
|
| |
|
| |
|
| |
|
|
Sumidah, siswa SMA Karangkobar, menuturkan sangat kelelahan. Selama tiga hari sejak pagi hingga malam hari dia harus mengikuti kegiatan berjadwal ketat. Setiap pergantian sesi, peserta harus datang tepat waktu. ''Sangat menyenangkan dan fasilitis cukup, meski dua hari kami tidur di tenda besar (milik Akpol-Red) di lapangan sepakbola mini PLTA Mrica,'' kata dia. Eni Suciyati, SPi, guru pendamping SMA Muhammadiyah Banjarnegara, mengakui kegiatan itu jadi pengalaman berharga siswa. Sekolah jarang melakukan hal itu karena keterbatasan biaya. ''Empat siswa SMA kami peserta Jambalaya Serayu 2004 adalah siswa yang menonjol di bidang MIPA.'' Peralatan laboratorium dalam kegiatan itu berbeda dari di sekolah atau sama sekali belum pernah dilihat siswa. Tak ayal, siswa bisa membandingkan peralatan standar laboratorium dan peralatan sederhana di sekolah. ''Jika disebut penelitian terlalu sederhana. Namun setidaknya para siswa punya pengamalan baru mengikuti penelitian lapangan di luar sekolah.'' Dwi Yuliati, SPd, guru pembimbing SMAN Klampok, mengakui siswanya menjadi lebih memahami persoalan Sungai Serayu dan Merawu yang berkait dengan PLTA Mrica. Karena itu kegiatan penelitian, wakil SMA Klampok adalah siswa yang mengikuti ektrakurikuler kelompok ilmiah remaja (KIR). Sedimentasi Ketua tim Drs. H. Gentur Waluyo menyatakan fokus penelitian hanya air dan sedimentasi di hulu dan hilir Sungai Merawu dan Serayu. Setiap kelompok diminta menyimpulkan perbandingan hasil penelitian sampel air dari empat stasiun. ''Ternyata ada permalasahan di Waduk Mrica hulu. Bukan limbah, melainkan sedimentasi dan erosi.'' Mahasiswa S2 Studi Ilmu Lingkungan di UGM Yogya itu mengakui penelitian, referensi, metodologi, dan cara menganalisis yang diberikan kepada peserta masih sederhana. Semua disesuaikan dengan tingkat pendidikan mereka. ''Orientasi kami bukan hasil penelitian, melainkan mengenalkan anak SMA meneliti dengan metodologi yang benar dan didukung peralatan laboratorium standar.'' Dia sependapat dengan para guru pendamping bahwa PT. Indonesia Power bisa mengadakan kegiatan itu setiap tahun. Tim Fakultas Biologi Unsoed menetapkan SMAN 1 Banjarnegara, SMA Karangkobar, SMA Cokroaminoto, SMA Muhammadiyah, dan SMAN Bawang menjadi juara I-harapan II. (Tjeffi Hidayat-86/Habis)
|