.: Artikel :.
 

 
PENGEMBANGAN IP3A LOGUNG TIRTA JAYA
KABUPATEN KUDUS


oleh :

Ir. M. Ghozi, Dipl. HE.
Geologist, Komunitas Sumber Daya Air Jawa Tengah
     
 
 
 
 
 
Bendung Logung terletak di K. Logung, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dengan areal oncoran 2821 Ha . Sumber mata airnya dari lereng gunung Muria bagian selatan dan pengelolaannya dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serang Lusi Juana (Seluna).
Daerah Irigasi Logung terbagi menjadi 2 yaitu DI Logung Barat dan DI. Logung Timur. DI Logung Barat mengairi Desa Tanjungrejo, Hadipolo, Jekulo, Sadang, Bulungcangkring, Tenggeles, dan Desa Hadiwarno, sedang DI Logung Timur mengairi Desa Klaling, Terban, Pladen, Bulungkulon, Sidomulyo, dan Desa Gondoharum. Kondisi yang ada pada umumnya saluran irigasi dalam keadaan baik, namun terdapat beberapa pintu bagi yang hilang, dan debit air di bendung sangat minim di musim kemarau.
Kelembagaan IP3A DI Logung di bentuk dengan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kudus dan PTGA Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 14 Juli 2000 bertempat di ulu-ulu Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, dilakukan secara musyawarah demokratis dengan nama Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Logung Tirta Jaya dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Sekunder Barat dan Sekunder Timur.
IP3A Logung Tirta Jaya terbentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kudus Nomor 611/3010/2001 tanggal 19 Juni 2001, mempunyai 13 anggota P3A Desa di 2 Kecamatan. AD/ART terdaftar dalam Akte Notaris H.Paiman,SH Nomor 03 tanggal 18 Juni 2001 dan didaftarkan di Pengadilan Negeri Kudus Badan Hukum Nomor : 10/NK/2001/PN.Kudus, dengan NPWP No. 02.071.747.6-506.000.

 
Sebagian besar ketentuan dalam AD/ART telah dilaksanakan secara efektif oleh pengurus IP3A Logung Tirta Jaya, termasuk pemberian sanksi atas pelanggaran seperti pengambilan air secara liar (penyerobotan air). Dengan adanya reformasi pengelolaan jaringan irigasi dan berkurangnya jumlah personil dari dinas pengelola irigasi, maka peran IP3A Logung Tirta Jaya sangat besar dalam meningktakan kinerja jaringan irigasi.
IP3A Logung Tirta Jaya sudah memiliki buku daftar anggota, notulen rapat, agenda surat-menyurat, buku tamu, buku catatan kegiatan, buku inventarisasi barang dan buku daftar hadir serta buku kas (administrasi keuangan).
 
NO
Nama P3A
Desa
Kecamatan
Areal (Ha)
Keterangan
A. GP3A Logung Barat        
  Tanjung Mulyo Tanjung Rejo Jekulo 59 Badan Hukum
  Sumber Maju Hadipolo Jekulo 75 Badan Hukum
  Sri Mulyo Jekulo Jekulo 108 Badan Hukum
  Tani Mulyo Tenggeles Mejobo 53 Badan Hukum
  Tani Makmur Hadiwarno Mejobo 140 Badan Hukum
  Sandang makmur Sadang Jekulo 79 Badan Hukum
  Tani Jaya Bulungcangkring Jekulo 618 Badan Hukum
           
B. GP3A Logung Timur        
  Subur Makmur Klaling Jekulo 129 Badan Hukum
  Tani Makmur Terban Jekulo 129 Badan Hukum
  Tirta Kencana Pladen Jekulo 257 Badan Hukum
  Bangun Rejo Bulung Kulon Jekulo 764 Badan Hukum
  Tirto Logung Mulyo Sidomulyo Jekulo 282 Badan Hukum
  Tirta Arum Gondoharum Jekulo 126 Badan Hukum
           
Dilihat dari status hukum anggota IP3A Logung Tirta Jaya, maka secara administratif IP3A Logung Tirta Jaya telah memiliki kegiatan dan kemampuan yang cukup memadai. Kegiatan tersebut meliputi: Pengelolaan jaringan irigasi, Produksi alat pertanian, Budi daya jamur dari jerami, Pembibitan/beternak sapi dan usaha penggemukan sapi, Beternak itik, Pemeliharaan lele dumbo, Kerajinan pisau dapur, dan Pembuatan kompos dari jerami dan sekam.
 
Partisipasi pengelolaan jaringan irigasi dilakukan oleh IP3A Logung Tirta Jaya mendampingi Balai PSDA Seluna khususnya partisipasi dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan serta menyusun usulan polatanam / RTT dan pembagian/pemberian air.
Partisipasi Kegiatan Pembagian Air dilakukan dengan mekanisme : P3A mengajukan kebutuhan air pada mantri pengairan setiap 15 hari (tanggal 10 dan 25 setiap bulannya), P3A menerima air dari mantri pengairan sesuai dengan faktor pemberian air (K), serta melaksanakan pembagian air gilir sesuai daftar gilir yang telah disepakati. Jika faktor K kurang dari 06 diadakan gilir air, sedang untuk menghidupi tanaman pada waktu krisis air (faktor K antara 0,3 s/d 0,5) petani mengadakan pompanisasi yang dikoordinasikan oleh IP3A.
Partisipasi dalam Penyusunan Pola Tanam dilakukan dengan cara : IP3A mengumpulkan data-data dari P3A Desa tentang usulan tanam per-MT melalui rapat yang dihadiri oleh semua P3A Desa dan hasilnya dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kudus pada Bulan Juli yang selanjutnya dibahas di komisi irigasi dimana IP3A Logung Tirta Jaya termasuk anggota Komisi Irigasi. Keputusan Rencana Pola Tanam dan Tata Tanam disyahkan dengan Peraturan Bupati Kudus. Sebagai konsekwensinya IP3A melaksanakan Pola Tanam dan tata tanam sesuai dengan Peraturan Bupati tersebut.
Partisipasi Kegiatan Pemeliharaan Berkala dilakukan oleh IP3A dengan cara : Mengadakan penelusuran jaringan bersama petugas pengairan, membuat laporan-laporan yang diperlukan untuk disampaikan ke Dinas melalui mantri pengairan, menutup bocoran-bocoran yang ada disaluran sekunder, menggali ’walet’ secara gotong royong, melaksanakan Kerjasama Operasional (KSO), memasang saringan sampah dan pasangan saluran sekunder seperti pada gambar.
Selanjutnya partisipasi Kegiatan Pemeliharaan Rutin meliputi : Pelaksanaan pemeliharaan pintu-pintu (pembersihan dan pelumasan pintu), pemotong/babat rumput, pembersihan sampah di sekitar pintu air secara gotong royong.
Untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh IP3A Logung Tirta Jaya telah dilakukan menggalangan dana dengan cara ; Iuran dari anggota (GP3A/ P3A Desa), hasil dari KSO yang dilaksanakan, sumbangan lainnya yang tidak mengikat, pembagian SHU dari usaha-usaha koperasi tani ”Ngudi Mulyo”.
Koperasi Tani Ngudi Mulyo, merupakan salah satu usaha IP3A dalam mengembangkan dan memandirikan organisasi serta meningkatkan kesejahteraan anggota. Koperasi Tani Ngudi Mulyo ini sudah berbadan hukum No. 122 BH/2 H/E.I/XII/2004 dengan kegiatan usaha di bidang : Simpan pinjam, penyewakan alat pertanian, perdagangan umum, dan Biro jasa. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan sebagai berikut : Untuk kas IP3A 20 %, untuk pelatihan atau pendidikan 10 %, untuk honor pengurus 15 %, untuk kesejahteraan anggota 45 %, dan untuk dana cadangan 10 %.
Dari usaha perdagangan umum, koperasi tani Ngudi Mulyo menjalin kerjasama dengan distributor CV. Tirta Jaya Mandiri dan dengan pupuk Kaltim ”Eva Jaya” dalam penjualan pupuk dan obat-obatan, dan dari hasil penjualan tersebut pihak koperasi mendapatkan bagian sebesar 5 %.
Agar koperasi dapat berjalan dengan baik, koperasi juga melaksanakan kegiatan: Produksi alat pertanian, budi daya jamur dari jerami, pembibitan dan penggemukan sapi, beternak itik, perikanan lele dumbo, kerajinan pisau dapur, dan pembuatan pupuk kompos dari jerami dan sekam.
Di bawah ini diuraikan secara sederhana masing-masing kegiatan sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas:
1
Produksi Alat Pertanian
Anggota Koperasi Tani ”Ngudi Mulyo” yang merupakan anggota dari IP3A Logung Tirta Jaya sudah dapat memproduksi alat pertanian berupa alat perontok padi dengan tingkat kebersihan 0,30%. Alat ini sebagian digunakan sendiri oleh anggota koperasi dan sebagian dijual ke masyarakat petani dengan daerah pemasaran meliputi Kabupaten Kudus, Pati, Sragen, Purwodadi, dan Demak.
Bahan baku untuk membuat alat perontok padi tersebut adalah : Kayu, besi siku L, laker bekas, ayunan sepeda, dan rantai bekas. Biaya pembuatan Rp.180.000,- terdiri dari bahan baku Rp. 150.000,- dan tenaga Rp. 30.000,-, dengan harga jual Rp. 300.000,- sehingga keuntungan Rp. 120.000,-/unit.
   
2
Budidaya Jamur dari Jerami.
Untuk usaha budidaya jamur diperlukan modal awal/tetap untuk pembuatan gudang dan alat sebesar Rp. 10.000.000,-. Biaya operasional (beli grajen, plastik, tenaga 2 orang, dll) Rp. 1.300.000,-. Proses budidaya jamur ini dapat di panen setelah 3 bulan dengan hasil produksi mencapai 300 kg dan harga jual Rp. 10.000,-/kg, sehingga diperoleh hasil penjualan Rp. 3.000.000,- dan keuntungan Rp. 1.700.000,- (dengan mengabaikan modal tetap).
3
Usaha Pembibitan dan Penggemukan Sapi.
Usaha ini dilakukan untuk mengantisipasi musim paceklik dengan modal usaha: Untuk membuat kandang untuk 2 ekor sapi Rp. 2.500.000,-, membeli 2 ekor sapi Rp. 14.000.000,-, biaya perawatan selama 4 bulan Rp. 600.000,-. Harga jual sapi setelah 4 bulan menjadi Rp. 9.500.000,-/ekor, sehingga keuntungan yang diperoleh adalah Rp. 2.200.000,-/ekor.
Untuk usaha pembibitan/ternak sapi diperlukan modal usaha: Untuk membuat kandang 2 ekor sapi Rp. 2.500.000,-, membeli sapi induk Rp. 6.000.000,-, biaya perawatan selama 6 bulan Rp. 700.000,-. Dalam waktu 6 bulan induk sapi mempunyai anak, kalau jantan umur 1 bulan mempunyai harga jual Rp. 3.000.000,- dan bila betina Rp. 2.000.000,-. Sampai saat ini keuntungan usaha pembibitan ternak sapi masih dalam perhitungan berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir.
4
Beternak Itik.
Untuk usaha ternak itik diperlukan : Modal tetap pembuatan kandang Rp. 500.000,-, membeli induk itik 100 ekor Rp. 2.600.000,-, biaya operasional / pakan tiap hari Rp. 31.750,-. Hasil produksi telur 80 butir/hari dengan harga jual Rp. 800/butir, sehingga keuntungan yang diperoleh dari penjualan telur adalah Rp. 32.250,-/hari.
5
Perikanan Lele Dumbo.
Usaha perikanan lele dumbo diperlukan modal : Pembuatan kolam penampungan induk Rp. 5.000.000,-, pembuatan kolam penetasan 7 buah Rp. 7.000.000,-, pembuatan kolam pendederan 2 buah Rp. 10.000.000,-, pembelian induk 200 pasang Rp. 6.000.000,-, dan biaya operasional/pakan ikan dan pendederan : Rp. 3.000.000,-/bulan. Hasil produksi mencapai 150.000 ekor bibit/bulan dengan harga jual Rp.75,-/ekor, sehingga keuntungan yang diperoleh setiap bulan adalah (Rp.75/ekor x 150.000 ekor) – (Rp.3.000.000) sebesar Rp. 8.250.000,-. Pemasaran hasil pembibitan lele ini meliputi Kabupaten Rembang, Jepara, Pati dan Demak.
6
Kerajinan Pisau Dapur.
Usaha kerajinan pisau dapur diperlukan modal usaha : Alat–alat produksi (grendo,gudang,gunting besi,dll) Rp. 6.850.000,-, bahan baku dan operasional (stainsteel, tenaga 6 orang) Rp. 3.350.000,-. Hasil produksi selama 8 hari adalah Rp. 5.350.000,- dengan rincian untuk pisau besar 150 kodi @ Rp. 33.000,-, pisau sedang 11 kodi @ Rp.16.000,-, dan pisau kecil 10 kodi, sehingga keuntungan kotor Rp. 2.000.000,- / 8hari.
7
Pembuatan Pupuk Kompos dari Jerami dan Sekam.
Usaha pembuatan pupuk kompos dari jerami dan sekam dilaksanakan oleh anggota koperasi tani ”Ngudi mulyo” masih sebatas konsumsi dan pemenuhan kebutuhan anggotanya dalam pelaksanaan SRI yang sedang dikembangkan. Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk kompos dari jerami dan sekam adalah: Mesin pencacah jerami, cetakan kotak kayu, pipa pralon D3” panjang 50 cm sebanyak 3 buah, jerami/sekam, MOL, kotoran hewan, dan katul /dedak.
   
PERTANIAN
Kegiatan utama IP3A Logung Tirta Jaya adalah mengelola air irigasi di Daerah Irigasi Logung agar hasil produksi pertanian di areal tersebut dapat meningkat. Produksi yang dicapai saat ini adalah sebesar 7- 8 ton/ha, sedangkan yang diharapkan adalah 9-11 ton/ha. Untuk mencapai hasil produksi yang diharapkan, dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
a.
Menggunakan air sesuai dengan aturan atau pembagian air yang disepakati melalui rapat pembagian air atau gilir air.
 
b.
Meningkatkan pengetahuan tentang peningkatan produksi padi melalui pembinaan dan pelatihan yang diadakan oleh instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum Bidang Pengairan dan Balai PSDA.
 
c.
Mengadakan demplot-demplot di lapangan yang dilaksanakan oleh kelompok-kelompok tani yang ada di Daerah Irigasi Logung.
 
d.
Melaksanakan Panca Usaha Tani, Sapta Usaha Tani, PTT dan yang terakhir akan dilaksanakan sistem SRI (System of Rice Intensification).
 
e.
Pompanisasi, dilaksanakan bila faktor K 0,35-0,50 dengan memanfaatkan air dari drainase sungai Juana.
 
   
Kegiatan pasca panen menjadi bagian yang penting IP3A Logung Tirta Jaya karena dapat mempengaruhi kualitas dan harga jual hasil panen. Oleh sebab itu Koperasi Tani Ngudi Mulya sudah menjalin kerjasama dengan KTNA Kabupaten Kudus dalam hal pengeringan hasil panen pada musim penghujan, sehingga hasil panen para anggota koperasi Ngudi Mulyo dapat dijual dengan harga tinggi dan terhindar dari kerusakan. Proses pengeringan memerlukan waktu 12 jam dengan kapasitas 10 ton, pembelian minyak tanah 100 liter dan sekam 450 kg.
   
Lokasi DI. Logung dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IP3A Logung Tirta Jaya dapat dilihat pada foto-foto di bawah ini :
 
   
 
       
   
 
   
Pemeliharaan Jaringan Irigasi Logung Oleh IP3A
 
       
   
 
   
KSO Antara Balai PSDA dan IP3A
 
       
   
 
   
Wira Usaha Pembuatan Alat Pertanian Binaan IP3A
 
       
   
 
   
Wira Usaha Jamur Tiram yang Dikelola Pengurus IP3A
 
       
   
 
   
Wira Usaha Penggemukan Sapi Binaan IP3A
 
       
   
 
   
Wira Usaha Ternak Itik Binaan IP3A
 
       
   
 
   
Wira Usaha Ternak Ikan Lele Binaan IP3A
 
       
   
 
   
Wira Usaha Pembuatan Pisau Dapur Binaan IP3A
 
   
 
   
Wira Usaha Pembuatan Pupuk Binaan IP3A
 
       
   
 
   
Bendung Logung
 
       
   
 
   
Saluran Irigasi Logung
 

 

 

 

 


 
Sampaikan saran dan masukan Anda ke :
psda@jatengprov.go.id 
atau dispsda@yahoo.com