KUTIPAN MEDIA .....
 
[ home ] [ arsip ]

Keberadaan Kawasan Industri Penyebab Bencana Banjir
di DAS Beringin
Kompas, 27 Desember 2003

Keberadaan kawasan industri di daerah hulu Sungai beringin, Kota Semarang, merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Daerah Aliran Sungai Beringin. "wilayah bawah (hilir) pun sama, yakni dikuasai pemodal yang menjalankan investasi tanpa peduli dengan kerusakan alam. Tataguna lahan yang tidak cocok dengan keadaan setempat menyebabkan terjadinya banjir saat musim hujan tiba." kata Koordinator Divisi nelayan dan masyarakat Pesisir LBH Semarang, Tandiono Bawor Purbaya.

Berdasarkan pemantauan Divisi Nelayan dan Masyarakat Pesisir Lembaga bantuan Hukum (LBH) Semarang, hujan yang mengguyur Kota Semarang selama tiga hari berturut-turut sejak Sabtu menyebabkan Sungai Beringin meluap. Setidaknya dua tanggul di sepanjang DAS Beringin jebol. Akibatnya sekitar 100 petani tidak dapat melanjutkan mengolah sawah pada masa tanam saat ini. Padahal mereka umumnya sudah menebar benih di areal persawahan seluas 119 hektar. Selain itu menurut Tandiono, bobolnya tanggul sepanjang DAS Beringin juga dirasakan petani tambak. Mereka terpaksa mempercepat panen karena khawatir banjir susulan.

Pembebasan Lahan
Bencana serupa juga terjadi pada bulan Januari dan Februari 2003. Saat itu sekitar 150 hektar tambak milik warga Kelurahan Mangkang Wetan terendam air sehingga mereka menderita kerugian ratusan juta rupiah (Kompas 25/2).

Tandiono menolak anggapan Pemkot Semrang bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi banjir DAS Beringin adalah dengan menormalisasi sungai . "Persoalan dasar dalam masalah meluapnya Sungai Beringin adalah bagaimana mengatur tata ruang yang ramah lingkungan. Faktor penyebab banjir bukanlah sekedar keberadaan Sungai Beringin itu," katanya. Apalagi normalisasi Sungai Beringin yang digagas pemkot akan berkonsekuensi pada pembebasan lahan. "Korbannya adalah petani tambak, petani sawah, dan nelayan," kata Tandiono.

Oleh karena itu, LBH Semarang menuntut pemkot mengembalikan kawasan atas (daerah resapan air di Kecamatan Mijen) menjadi daerah resapan air yang efektif bagi pengendalian banjir.


 



 

 
Sampaikan saran dan masukan Anda ke : 
dispsda@jawatengah.go.id, dispsda@yahoo.com
 
 

 
        Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah © 2008